Data SDM Terendah, Bupati Zadrak: Kritik Kami Jadikan Bahan Perbaikan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menegaskan bahwa kritik publik terkait rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 menjadi catatan penting dan tidak akan dihindari.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, kritik dijadikan bahan refleksi dan dorongan untuk memperbaiki kualitas SDM di daerah tersebut.
Diketahui, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), SDM Tana Toraja berada di peringkat ke-21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan nilai capaian 72,77 persen.
Data ini menegaskan bahwa pembenahan SDM membutuhkan percepatan dan strategi yang lebih komprehensif.
“Data tersebut telah memberikan gambaran untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Karena tugas kita adalah memperbaiki, bukan menutup diri dari masukan,” tegas Zadrak, Selasa (18/11/2025).
Meski mendapat sorotan, Pemkab Tana Toraja memastikan tetap berada pada jalur pembenahan. Salah satu fokus utama saat ini adalah menertibkan kafe dan rumah makan yang diduga tidak sesuai izin operasional.
Dalam penertiban yang melibatkan Forkopimda, tokoh agama, organisasi perempuan, dan pemuda, ditemukan sejumlah penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba, indikasi penularan HIV/AIDS, serta praktik perjudian yang bahkan melibatkan anak-anak usia sekolah.
“Ini ancaman nyata bagi masa depan generasi kita. Kualitas SDM tidak akan tumbuh jika kita membiarkan penyakit sosial merajalela,” ujarnya.
Zadrak menambahkan, peningkatan kualitas SDM tidak hanya bergantung pada pengawasan, tetapi juga memerlukan dukungan putra-putri Toraja yang sukses di perantauan.
Ia secara rutin mengajak diaspora Toraja untuk kembali maupun menjalin sinergi dalam membangun kampung halaman.
Selain itu, Pemkab Tana Toraja telah memperkuat kebijakan anggaran sektor pendidikan. Tahun ini, 20 persen APBD dialokasikan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Di tengah sorotan publik, Pemkab Tana Toraja juga mencatat prestasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan Tana Toraja sebagai daerah terbaik dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperbaiki kualitas SDM jangka panjang.
Zadrak menegaskan bahwa pihaknya terus memperjuangkan kebutuhan daerah hingga ke tingkat pusat. Program Sekolah Rakyat dengan nilai bantuan Rp 200 miliar disebut sebagai salah satu bukti nyata yang kini telah terealisasi.*
- Penulis: zonakatacom
