Bupati Mamasa Minta Percepatan Program Dapur Gizi Nasional, BGN Siap Tindak Lanjut
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JAKARTA Dalam upaya mempercepat implementasi program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa menyambangi Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Kehadiran Bupati disambut langsung oleh Direktur Kemitraan BGN, Muh. Rizal, dengan fokus utama pembahasan pada percepatan pembangunan Dapur Gizi di wilayah Kabupaten Mamasa.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Welem secara resmi mengajukan permohonan agar BGN segera mengirimkan tim ke Mamasa untuk melakukan sosialisasi sekaligus survei lapangan.
Pemerintah Kabupaten menyatakan kesiapan penuh, baik dari segi administratif maupun penyediaan lahan, demi mendukung program ini.
“Kami siap mendukung secara maksimal. Program dapur gizi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil,” tegas Welem.
Menanggapi hal tersebut, Muh. Rizal mengapresiasi inisiatif Pemkab Mamasa yang dinilai aktif dan proaktif dalam menyukseskan program nasional.
Ia menyampaikan bahwa BGN akan menjadwalkan kunjungan lapangan dalam waktu dekat, serta memprioritaskan Kabupaten Mamasa dalam tindak lanjut pembangunan dapur gizi.
Dalam arahannya, Rizal juga memberikan penegasan penting kepada seluruh pihak, baik di daerah maupun masyarakat, untuk tidak memberikan jaminan dalam bentuk apapun kepada pihak yang mengatasnamakan BGN.
“Yang menentukan lokasi pembangunan dapur adalah hasil survei resmi dari BGN. Jangan ada yang menyerahkan uang, sertifikat, atau dokumen apapun. Semua proses harus transparan dan tanpa pungutan,” ujar Rizal, yang DI KUTIP oleh Bupati Welem.
BGN telah menetapkan alokasi 19 unit dapur gizi untuk Kabupaten Mamasa. Setiap kecamatan akan mendapat satu unit, sementara Kecamatan Mamasa dijatah tiga unit karena jumlah penduduk dan luas wilayah yang lebih besar.
Jumlah ini belum termasuk rencana tambahan untuk fasilitas pendidikan keagamaan serta pos gizi untuk balita dan ibu menyusui.
Rizal juga menekankan bahwa semua tahapan pelaksanaan, baik pembangunan fisik maupun rekrutmen karyawan, dilakukan secara terbuka dan bebas biaya.
“Program ini menyasar kelompok paling rentan. Kami ingin memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat tanpa beban tambahan,” jelasnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara BGN dan Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk menjaga transparansi, memperkuat koordinasi, dan memastikan kesiapan daerah dalam menyambut pelaksanaan program dapur gizi.*
- Penulis: zonakatacom
