BKKBN Sulsel dan Pemkab Toraja Utara Gelar Pertemuan Diseminasi Audit Kasus Stunting
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mengelar pertemuan di Ruang Pola Kantor Bupati, Kecamatan Tondon, Kamis (13/10).
Pertemuan tersebut terkait Diseminasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Toraja Utara tahun 2022 yang dihadiri pula pihak BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
Turut hadir Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, Ketua DPRD Toraja Utara, Nober Rante Siama dan Anggota DPRD Fraksi Nasdem, Lembong Mendila, Sekretaris Daerah (Sekda) Salvius Pasang, perwakilan Forkopimda, Badan Pusat Statistik, para Kepala OPD, Camat, Kepala Lembang/Lurah serta para tim audit perwakilan Kecamatan.
Koordinator Bidang KBKR BKKBN Sulsel, Drs. Ichsan, M.Si menyampaikan pihaknya hadir untuk menekan laju pertumbuhan keluarga beresiko Stunting, maka itu tenaga pendamping kabupaten diberi amanah untuk turun audit kasus.
Hal dilakukan mulai dari pendampingan keluarga, calon pengantin, pasangan usia subur, Ibu hamil, Ibu pasca persalinan yang merupakan sangat rentan anak beresiko Stunting.
“Kami punya data hasil pendataan keluarga, saat ini sementara berjalan untuk perkuat data anak beresiko Stunting, diseminasi berarti sudah ada data tinggal dilanjutkan dengan tindakan bersama,” ujarnya.
Ichsan berharap agar stakeholder pemerintah daerah bekerjasama membantu dan intervensi dilakukan oleh dinas terkait seperti dinas sosial, dinas tata ruang dan pemukiman, PUPR dan lembaga terkait lainnya.
“Maaf atas ketidakhadiran Ibu Kepala BKKBN Sulsel, semoga diseminasi kedua sebagai tindak lanjut pertemuan ini bisa datang ke Toraja Utara,” tutup Ichsan.
Wabup Dedi Palimbong sapaan Frederik Victor Palimbong sebelum membuka acara mengapresiasi keseriusan tim audit kasus Stunting menghadiri diseminasi untuk saling berkoordinasi hasil di lapangan.
“Toraja Utara telah ditetapkan sebagai daerah pembentukan dan rencana aksi percepatan penurunan Stunting, menjadi lokus intervensi berdasarkan subjek standar Indonesia 32,6 persen,” ucapnya.
Maka itu, Dedi meminta kepada tim audit untuk dapat mengejar percepatan penurunan Stunting di tingkat kecamatan, apalagi ada tiga kecamatan di Toraja Utara yang beresiko dan bersifat anomali.
Menurut Dedi, salah satu pilar penurunan Stunting yaitu komitmen tinggi dan misi pimpinan sebagai evaluasi kerja pada tingkat lembang termasuk penganggaran.
“Jangan malu kampanyekan KB, kita pentingkan anak, remaja putri sudah harus diingatkan, maka itu semua yang hadir disini sebagai wujud komitmen bersama upaya turunnya angka Stunting,” pungkasnya.
Sementara Nober Rante Siama memberi penguatan kepada tim audit kasus Stunting agar mempercepat penurunan Stunting sebagai garda terdepan di masyarakat.
“Tugas pemerintah bekerja dan melibatkan pertanian, mengajak masyarakat untuk berperan dalam menurunkan angka kemiskinan dan tidak terjadi Stunting,” ungkapnya.
Untuk itu Nober menekankan kepada pemerintah daerah agar fokus pada Stunting dibarengi perhatian perekonomian masyarakat sebagai salah satu upaya penurunan Stunting di daerah.
Setelah pembukaan dilanjutkan pembawaan materi oleh Kepala DP3AP2KB Toraja Utara, dr. Lina Rombe serta dokter spesialis anak dan kandungan. (*)
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
