KSOP, Pelindo dan Kecamatan Wajo Bahas Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kawasan Pelabuhan Makassar
- account_circle zonakatacom
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Kecamatan Wajo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Makassar menggelar Rapat Koordinasi penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPA) di ruang rapat KSOP Utama Makassar.
Rapat tersebut dihadiri Plt. Camat Wajo Ivan Kala’lembang, S.H., General Manager PT Pelindo Regional IV Makassar Iwan Syarifuddin, Kepala Kantor KSOP Utama Makassar Dr. Ir. Jon Kenedi, M.Mar.Eng., M.M., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Dr. Marini dan Dr. Mashud Azikin, serta jajaran pejabat dan staf dari PT Pelindo, KSOP Utama Makassar, dan Pemerintah Kecamatan Wajo.
Pertemuan tersebut membahas penyusunan sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan Pelabuhan Makassar sebagai langkah mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu fokus pembahasan adalah mengidentifikasi estimasi volume timbulan sampah harian maupun bulanan yang dihasilkan oleh PT Pelindo, PT PELNI, serta berbagai pemangku kepentingan yang beraktivitas di kawasan otoritas Pelabuhan Makassar. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah yang lebih terukur.
Selain itu, peserta rapat juga merumuskan sejumlah opsi dan alternatif kebijakan pengelolaan sampah yang realistis dan dapat diterapkan secara bertahap di kawasan pelabuhan.
Pembahasan turut mencakup penyusunan roadmap operasional pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber, yang kemudian diolah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Rapat koordinasi juga menegaskan pentingnya memastikan kepatuhan terhadap regulasi di bidang lingkungan hidup serta mendukung komitmen keberlanjutan seluruh pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional dalam menghentikan praktik open dumping dan beralih menuju sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Plt. Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah, BUMN, otoritas pelabuhan, akademisi, serta seluruh pelaku usaha di kawasan pelabuhan.
Ia berharap penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPA) dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga kawasan Pelabuhan Makassar dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.(*)
- Penulis: zonakatacom
