Sulsel Diusulkan Jadi Pusat Khazanah Maritim Indonesia
- account_circle zonakatacom
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Penguatan tata kelola arsip serta rencana pengembangan Pusat Khazanah Maritim Indonesia menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (11/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, diterima langsung oleh Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar, dalam pertemuan yang membahas sejumlah agenda strategis pengembangan kearsipan di daerah.
Beberapa isu yang menjadi pembahasan meliputi pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan nilai dan substansi arsip, kebijakan serta regulasi kearsipan, hingga peningkatan kualitas layanan arsip di Sulawesi Selatan.
Salah satu agenda utama adalah gagasan menghadirkan Pusat Khazanah Maritim Indonesia di Sulawesi Selatan. Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan arsip, tetapi juga sebagai pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan destinasi wisata edukasi yang mengangkat sejarah maritim Indonesia Timur.
ANRI menawarkan konsep pengembangan pusat khazanah yang dilengkapi diorama serta berbagai media edukatif sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik dan interaktif bagi masyarakat.
Pengembangan pusat tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat literasi sejarah sekaligus menjaga memori kolektif bangsa di tengah percepatan transformasi digital.
Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar, menilai Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis karena menyimpan banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang berperan penting dalam perkembangan Indonesia Timur.
Menurutnya, Sulawesi Selatan juga memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pelayaran dan perdagangan Nusantara, termasuk warisan budaya masyarakatnya yang telah dikenal hingga mancanegara.
Ia menegaskan bahwa arsip memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun dunia usaha karena menjadi bagian dari akuntabilitas dan keamanan administrasi sebuah lembaga.
“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian, maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security atau perlindungan administrasi bagi lembaga di masa depan,” ujarnya.
Karena itu, pengelolaan arsip tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Prof. Muhammad Jufri menyambut baik gagasan pengembangan Pusat Khazanah Maritim Indonesia di Sulawesi Selatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran yang bernilai bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat sejarah maritim nasional.
Ia menilai penguatan arsip bukan hanya penting bagi birokrasi, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenali sejarah, identitas, serta perjalanan peradaban daerahnya.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” kata Jufri.
Di sisi lain, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj. Mustaana, mengatakan koordinasi dengan ANRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kearsipan di daerah.
Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik tidak hanya menjaga memori institusi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendukung pengambilan kebijakan serta pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Selain itu, pengembangan layanan arsip berbasis digital dinilai penting agar akses informasi publik semakin mudah, cepat, dan tertata.
“Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin modern, tertata, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mustaana.
Melalui koordinasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan arsip sebagai sumber pengetahuan, sejarah, dan peradaban bangsa.
- Penulis: zonakatacom
