Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp935 Miliar untuk Pembangunan Luwu Raya di APBD 2025
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Kebijakan penganggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam APBD Tahun 2025 menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkeadilan. Salah satu fokus utama diarahkan pada penguatan kawasan Luwu Raya sebagai wilayah strategis pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Juru Bicara Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024, Irwan ST, mengungkapkan bahwa alokasi pembangunan untuk Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD Provinsi Sulsel, tetapi juga diperkuat dengan dukungan APBN melalui skema tugas pembantuan yang dikelola pemerintah provinsi.
“Tidak ada wilayah yang dianaktirikan dalam pembangunan di Sulsel. Jika merujuk data APBD 2025, alokasi anggaran Pemprov Sulsel untuk Luwu Raya sebanding, bahkan lebih besar dibandingkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetorkan ke kas provinsi,” ujar Irwan dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data realisasi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025, kontribusi pendapatan daerah dari Luwu Raya yang masuk ke kas Pemprov Sulsel tercatat sebesar Rp806 miliar, yang berasal dari berbagai jenis pajak daerah.
Sementara itu, alokasi belanja Pemprov Sulsel untuk seluruh wilayah Luwu Raya pada tahun yang sama mencapai Rp935 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur strategis, meliputi peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi, serta pembangunan fasilitas layanan kesehatan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH).
Irwan menjelaskan, alokasi pembangunan infrastruktur melalui skema MYC untuk Luwu Raya merupakan yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel, dengan nilai hampir Rp400 miliar. Program ini mencakup pembangunan satu unit rumah sakit regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu, penanganan jaringan irigasi sepanjang sekitar 58.540 meter untuk optimalisasi lahan irigasi seluas kurang lebih 11 ribu hektare, serta perbaikan dan peningkatan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer.
Selain itu, kebijakan afirmatif juga diwujudkan melalui dukungan APBN untuk sektor pertanian di Luwu Raya dengan total alokasi mencapai Rp107 miliar.
Dukungan APBN juga disalurkan melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD), di mana dilakukan intervensi Gubernur Sulsel untuk membuka akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer. Pada tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp46 miliar untuk penanganan ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer, dengan sisa pekerjaan direncanakan dilanjutkan pada tahun 2027. Termasuk pula penanganan Matano Belt Road dengan total panjang ruas mencapai 33 kilometer.
Secara akumulatif, total dana pembangunan yang dialokasikan ke wilayah Luwu Raya sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,041 triliun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa belanja pembangunan yang diterima Luwu Raya lebih besar dibandingkan kontribusi pendapatan daerahnya ke kas Pemprov Sulsel sebesar Rp806 miliar.
Irwan menegaskan, perbandingan data tersebut mencerminkan arah kebijakan fiskal Pemprov Sulsel yang menempatkan pemerataan dan keadilan pembangunan sebagai prioritas utama.
“Kebijakan ini disusun untuk memperkuat struktur ekonomi regional dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar secara berkelanjutan, dengan Luwu Raya sebagai salah satu lokomotif pembangunan Sulawesi Selatan ke depan. Ini juga menjadi bentuk keterbukaan informasi publik agar masyarakat memahami dasar pengambilan keputusan anggaran pemerintah provinsi,” pungkasnya. (*)
- Penulis: zonakatacom
