Welem Sambolangi: Guru Harus Jadi Teladan, Bukan Alat Politik!
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
- print Cetak

foto Istimewa
ZONAKATA.COM – MAMASA Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI di Kabupaten Mamasa, Senin (24/11/2025), Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan pesan tegas mengenai profesionalitas dan integritas guru.
Dalam sambutannya di Lapangan Kondosapata Mamasa, Bupati menegaskan bahwa guru harus kembali pada ruh profesinya, menjadi teladan, fokus pada tugas pokok dan fungsi, serta menjaga jarak dari politik praktis.
Ia menyoroti masih adanya oknum yang memanfaatkan guru sebagai alat kepentingan politik. Menurutnya, praktik tersebut harus dihentikan demi menjaga marwah profesi pendidik.
“Perlihatkan bahwa guru adalah contoh bagi masyarakat. Saya tidak mau lagi ada guru yang jadi sapi perah oleh oknum-oknum tertentu. Guru harus betul-betul melaksanakan tugas di kelas. Guru tidak boleh lagi terseret dalam kepentingan politik praktis,” tegas Welem.
Selain soal keterlibatan politik, Bupati juga menyinggung ketimpangan distribusi tenaga pendidik. Beberapa sekolah mengalami kekurangan guru, sementara sekolah lain justru kelebihan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab melemahnya kualitas pendidikan di Mamasa.
Bupati menekankan pentingnya penataan kembali distribusi guru secara objektif dan terencana. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi penempatan berdasarkan nota tugas “sesuai keinginan sendiri” yang selama ini justru mengacaukan sistem.
Pada momentum Hari Guru tahun ini, empat aspek menjadi perhatian utama yakni penguatan integritas, peningkatan kompetensi, pemerataan tenaga pendidik, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Peringatan HUT PGRI ke-80 ini sekaligus menjadi refleksi bersama mengenai tantangan dunia pendidikan Mamasa, tantangan yang menuntut perubahan pola pikir, disiplin profesional, serta komitmen menjaga independensi profesi guru dari tarik-menarik kepentingan politik.*
- Penulis: zonakatacom
