Plt Dirjen Hortikultura: Peningkatan Indeks Pertanaman Perkuat Swasembada Pangan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – BANDARLAMPUNG Plt Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan pentingnya peningkatan indeks pertanaman sebagai bagian dari strategi memperkuat swasembada pangan nasional.
Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara pada Diskusi Publik bertajuk Pers Mengawal Ketahanan Pangan, dalam rangkaian acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan HUT ke-55 PWI Lampung, Rabu (28/5/2025).
Taufiq menyebutkan bahwa program swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, swasembada bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional.
Dalam konteks ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah diberi mandat untuk mempercepat capaian swasembada, khususnya beras, dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian telah mengimplementasikan berbagai program solusi cepat. Mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, hingga penyederhanaan birokrasi dalam distribusi pupuk.
Salah satu inovasi yang diapresiasi petani adalah kemudahan penebusan pupuk bersubsidi yang kini dapat dilakukan hanya dengan KTP, selama petani tersebut terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Taufiq menjelaskan bahwa seluruh proses produksi pangan kini diawasi secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Koordinasi lintas sektor pun dilakukan dalam satu komando agar lebih efektif dan responsif terhadap dinamika lapangan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun adalah kunci meningkatkan produktivitas lahan yang terbatas.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga sedang menjalankan program cetak sawah seluas tiga juta hektare, revitalisasi sistem irigasi, transformasi pertanian tradisional ke modern, serta pelibatan petani milenial dan brigade pangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari hingga Mei 2025 mencapai 16,55 juta ton, meningkat 11,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini turut diakui oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memperkirakan produksi beras Indonesia untuk periode 2024/2025 akan mencapai 34,6 juta ton, tertinggi di kawasan ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.
Bahkan, angka tersebut melebihi target pemerintah sendiri yang sebesar 32 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa capaian ini sepenuhnya berasal dari hasil panen dalam negeri tanpa adanya tambahan impor beras medium sejak awal tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras petani serta kebijakan pemerintah yang fokus dan berpihak kepada sektor pertanian.
Diskusi publik ini turut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai pembicara kunci, serta dihadiri sekitar 300 wartawan, Forkopimda, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan bahwa peringatan Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pers dalam membangun bangsa.
Ia menekankan bahwa pers memiliki peran penting dalam mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan, yang kini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.*
- Penulis: zonakatacom
