Fatmawati Rusdi Tegaskan Komitmen Sulsel Dukung Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dalam Dialog Bersama dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (23/5/2025).
Fatmawati menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan siap mendukung penuh langkah strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen ini, katanya, sejalan dengan visi Pemprov Sulsel: Maju dan Berkarakter.
Ia menyebutkan bahwa kesetaraan gender di Sulsel kian nyata. Saat ini terdapat tiga kepala daerah perempuan dan empat wakil kepala daerah perempuan di provinsi ini, termasuk dirinya sendiri.
Bahkan, Ketua DPRD Provinsi Sulsel saat ini juga dijabat oleh perempuan.
“Ini bukti bahwa kesetaraan gender di Sulsel bukan sekadar wacana, tapi telah menjadi realitas yang terus berkembang,” tegasnya.
Fatmawati juga mengungkapkan bahwa 16 kabupaten/kota di Sulsel telah meraih Penghargaan Parahita Ekapraya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka terhadap pengarusutamaan gender.
Selain itu, 22 kabupaten/kota juga telah menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA), menunjukkan progres signifikan dalam upaya perlindungan terhadap anak-anak.
Di tengah berbagai capaian itu, Fatmawati tetap menyoroti keprihatinan atas masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 1.484 kasus kekerasan yang tercatat di Sulsel, dengan rincian 1.197 menimpa perempuan dan 981 terhadap anak-anak.
Mirisnya, kelompok usia 0 hingga 5 tahun menjadi korban terbanyak, dengan tren yang terus meningkat.
“Ini alarm serius bagi kita semua. Pencegahan harus dimulai sejak dini. Karena itu, kami telah menerbitkan Peraturan Gubernur yang memberikan sanksi tegas kepada pelaku kekerasan,” ujarnya tegas.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menangani persoalan ini secara menyeluruh.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh Pemprov Sulsel.
Ia mengingatkan bahwa saat ini Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual. Menurutnya, meskipun semakin banyak korban yang mulai berani bersuara, masih banyak pula yang belum berani melapor.
Menteri Arifatul menegaskan pentingnya pelaksanaan program-program prioritas kementeriannya secara terintegrasi hingga ke level desa.
Ia menekankan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas satu institusi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Dengan komitmen kuat dari daerah seperti Sulawesi Selatan, harapan akan terciptanya ruang yang aman, inklusif, dan setara bagi perempuan dan anak di Indonesia semakin terbuka lebar.*
- Penulis: zonakatacom
