Jelang Penggusuran, Pedagang Pasar Sore Rantepao Belum Dapat Relokasi yang Layak
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Warga atau sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Sore Rantepao menolak dipindahkan ke lokasi pasar lainnya.
Lokasi pasar dimaksud yakni kompleks Pasar Bolu Tallunglipu dan Pasar Pagi Rantepao di Jalan Abdul Gani, Kecamatan Rantepao.
Hal itu disampaikan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Pedagang Sore yang diwakilkan oleh Kordinator Lapangan, Yulius Dakka.

Pedagan Pasar Sore Rantepao pasang spanduk penolakan penggusuran.
“Pasar bolu dan pasar pagi itu sudah final, pedagang pasar sore mengatakan itu tidak layak ditempati berjualan,” ujar Yulius, Kamis (25/8).
Alasannya menurut Yulius, kondisi relokasi pasar sore ke lokasi pasar pagi dan bolu Tallunglipu yang hanya berukuran 1×1 itu tidak sesuai dan bukan peruntukannya bagi pedagang sayuran dan bumbu, campuran, penjual kain, penjahit dan lainnya.
Diketahui lokasi pasar sore dan kawasan Art Centre Rantepao sebagai aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan rencananya akan dibangun alun-alun kota Rantepao oleh pemerintah daerah Toraja Utara.
Pemkab Toraja Utara telah melakukan pembongkaran kantor pelayanan masyarakat, sisa akan membongkar kawasan pasar sore dan Art Centre Rantepao.
Kata Yulius, alasan pedagang menolak kedua pasar yang direlokasi telah bergulir pada Rapat Dengar Pimpinan (RDP) tanggal 1 Juli 2022 lalu di Ruang Rapat Paripurna DPRD Toraja Utara.
Dihadiri para Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Pedagang Sore, DPRD, Pj. Sekda Toraja Utara didampingi Kepala Bapenda, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Perkimtan, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas Perpustakaan, Plt Camar Rantepao, Lurah Penanian.
Pertemuan tersebut menyepakati tiga poin terkait nasib kedepan maka itu permintaan pedagang sore kepada pemerintah daerah disepakati bersama.
Poin pertama, tidak ada pembongkaran di pasar sore sebelum mendapat tempat yang layak, untuk relokasi sementara pedagang pasar sore. Kedua ada tiga opsi relokasi yaitu bantaran sungai Ba’lele, eks asrama Elim Rantepao, dan aset Siloam di depan Lapangan Bakti.
Ketiga yaitu pada tahun 2023 mendatang agar diperjuangkan revitalisasi pasar pagi untuk eks pertokoan dan pasar sore.
“Belum ada surat pembongkaran, tapi Kepala Satpol terus datang minta maaf bilang bahwa hanya melaksanakan tugas,” ungkap Yulius.
Namun, meski begitu ratusan pedagang pasar sore tetap tidak ingin pindah dan masih berjualan di pasar sore walaupun mereka sisa menunggu digusur dan yang mendapatkan tempat yang layak dari pemerintah.
Terkait permasalah pedagang pasar sore dan lokasi layak untuk relokasi, Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang hingga saat ini belum pernah berkomentar dan memberi penjelasan dan ketenangan bagi para pedagang. (*)
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
