Leang Tampang Allo, Menyimpan Rahasia Kisah Sepasang Kekasih Sehidup Semati
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 16 Des 2018
- print Cetak

ZONAKATA.COM, TANA TORAJA – Leang atau Gua alam Tampang Allo merupakan tempat pemakaman penguasa Sangalla pada abad ke-16. Terletak di Sarapung Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, kawasan yang termasuk dalam salah satu destinasi Toraja ini, dapat ditempuh sekitar 9 km dari pusat kota Makale.
Salah seorang penjaga disitu pun menceritakan bahwa dulunya Leang tersebut hanya Leang Alam biasa namun pada zaman itu menurut cerita nenek leluhur mereka, penguasa Sangalla, Puang Menturino bersama istrinya Rangga Bulaan memilih Gua Tampang Allo sebagai tempat pemakamannya, jika nanti mereka meninggal dunia.

Menurut legenda masyarakat di Tampang Allo, Rangga Bulaan meninggal lebih dahulu dan jenazahnya dimasukkan ke dalam Erong dan diletakkan dalam gua Tampang Allo. Sedangkan Sang Puang Manturino pada saat meninggal Erong ditempatkan pada pemakaman Losso’ tidak jauh dari Tampang Allo. Entah bagaimana kemudian Erong (peti mayat berbentuk binatang) Sang Puang ternyata kosong. Sedangkan jenasahnya telah bersatu dengan jenazah istrinya di Tampang Allo.
Tentu saja kisah ini menjadi kisah yang menggetarkan seluruh warga sekitar, sehingga sampai pada saat ini, warga sekitar sangat menjaga kelestarian leang tersebut.
Di Leang ini, wisatawan juga dapat melihat puluhan Erong (peti mayat berbentuk binatang), Tau-tau (patung yang menyerupai manusia), tengkorak dan tulang-belulang orang Toraja zaman dulu.
Ina
- Penulis: zonakatacom
