Mutasi Eselon II di Toraja Utara, Lima Jabatan Kadis Lowong — Bupati Frederik: Penempatan Sesuai Kompetensi dan Bidang
- account_circle Risna
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong melantik dan mengukuhkan 36 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Kamis (6/11/2025), di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kecamatan Rantepao.
Mutasi ini merupakan yang pertama sejak Frederik dan Wakil Bupati Andrew Branch Silambi menjabat sebagai kepala daerah periode 2025–2030.
Pelantikan kali ini didominasi oleh pejabat eselon II, disusul beberapa eselon III yang terdiri dari sekretaris dinas, camat, sekretaris camat, kepala bidang, dan lurah.
Dari total 36 pejabat, 25 di antaranya merupakan pejabat eselon II yang meliputi staf ahli, asisten, kepala dinas, kepala badan, dan sekretaris DPRD.
Beberapa nama mengalami pergeseran posisi penting, di antaranya:
- Martinus Manatin (dari Kadis Pendidikan menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik)
- Yermia T.M. Marewa (dari Asisten I menjadi Kadis Pendidikan)
- Andarias Sampe (dari Kadis Kominfo menjadi Asisten I Setda)
- Cornelia Untung Seru (dari Kepala BKPSDM menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM)
- Simbong Ranggina (dari Kadis Pemberdayaan Masyarakat Lembang menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat)
- Medan Sandabunga (dari Staf Ahli menjadi Kadis Pertanian)
- Paris Salu (dari Kepala Bapenda menjadi Kadis Perhubungan)
- Alexander Limbong Tiku (dari Kepala BPBD menjadi Kepala Bapenda)
- Paulus Batti (dari Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan menjadi Kepala BPBD)
- Dedy Edward Rombe Raru (dari Kadis Tenaga Kerja menjadi Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan)
- Marthen Manurun Sarira (dari Kadis Perhubungan menjadi Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi)
- Elisabet (dari Kadis Kesehatan menjadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
- Matius Sampelalong (dari Kadis Pariwisata menjadi Kepala BPKAD).
Beberapa pejabat tetap pada jabatannya, seperti Amos Sarungallo (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Mira Bangalino (Sekretaris DPRD), Harli Patriatno (Kadis PMPTSP), Paulus Tandung (Kadis PUTR), dan Robyantha Popang (Kadis Perkimtan).
Adapun lima jabatan kepala dinas masih lowong, yaitu Dinas Kominfo SP, BKPSDM, DPML, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam sambutannya, Bupati Frederik menegaskan bahwa mutasi dilakukan melalui proses panjang dan mempertimbangkan hasil uji kompetensi (job fit) yang dilaksanakan pada pertengahan September 2025.
“Mutasi ini bukan atas kehendak pribadi, tapi berdasarkan hasil evaluasi kinerja, promosi, dan pertimbangan bersama Wabup dan Sekda,” jelas Frederik.
Ia menegaskan bahwa penempatan pejabat dilakukan sesuai kapasitas dan bidang kompetensi, bukan karena kedekatan personal.
“Kami tempatkan sesuai kemampuan dan kebutuhan bidangnya. Jangan ada lagi pola pikir ‘asal bapak senang’. Kita ingin pejabat bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Frederik juga menepis anggapan bahwa jabatan staf ahli hanya tempat ‘parkir’ pejabat. Menurutnya, posisi tersebut justru strategis karena berperan sebagai pengawas lintas sektor dan pendamping pimpinan daerah.
“Kami hanya ingin memuaskan masyarakat, bukan pribadi-pribadi. Jabatan diberikan bukan untuk kesenangan, tapi untuk pelayanan,” ujarnya menutup sambutan.
- Penulis: Risna

