Reduksi Ketergantungan PLTA, Pemkab Pinrang Jajaki Pembangkit Listrik Tenaga Surya
- account_circle Kifli
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM, PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mulai menjajaki diversifikasi sumber energi dengan melirik potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis surya.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan akut pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang rentan terdampak anomali cuaca.
Komitmen transisi energi bersih tersebut dibahas dalam pertemuan audiensi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Pinrang dengan direksi PT Solar Karya Energy di Kantor Bupati Pinrang, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan ini berfokus pada pemetaan regulasi dan peluang investasi pembangunan infrastruktur panel surya skala mikro maupun makro.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan bahwa pasokan listrik yang andal merupakan pilar utama dalam menggerakkan roda ekonomi lokal serta menjaga mutu pelayanan publik di tingkat tapak.
Selama ini, pasokan listrik di wilayah Pinrang dan sekitarnya didominasi oleh pembangkit berbasis hidro (PLTA).
Ketika kemarau panjang atau fenomena El Nino melanda, debit air sungai menyusut drastis sehingga memicu pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas warga dan melumpuhkan sektor usaha produktif.
“Energi listrik yang stabil sangat penting, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung pelayanan publik, sektor pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Kehadiran teknologi fotovoltaik (tenaga surya) diproyeksikan menjadi solusi substitusi yang efektif. Pemerintah daerah berharap penjajakan kerja sama ini bisa segera naik ke tahap studi kelayakan (feasibility study) agar implementasi fisik di lapangan dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Prioritas Suplai
Jika proyek pengadaan ini berjalan lancar, pemanfaatan energi surya pada tahap awal akan diprioritaskan untuk menjamin pasokan listrik tanpa kedip (uninterruptible power supply) pada fasilitas pelayanan publik vital, terutama rumah sakit daerah, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan pusat data pendidikan.
Selain mengamankan pasokan listrik bagi infrastruktur kesehatan, pengembangan EBT ini juga menjadi bagian dari komitmen hijau daerah.
Pemanfaatan energi ramah lingkungan diharapkan mampu menekan emisi karbon di tingkat lokal, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beralih ke sumber daya alternatif yang berkelanjutan dan bersih.(*)
- Penulis: Kifli
