fbpx

Perubahan Paradigma Guru SMKN 1 Tana Toraja Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Populer

spot_img

Oleh: Oktovianus Tonapa Ganna, S.Pd, MM

ZONAKATA.COM – Pemimpin berasal dari kata dasar pimpin. Pemimpin adalah sebuah homonim karena artinya ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Pemimpin juga memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda, sehingga pemimpin dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Pemimpin secara Nomina (Kata benda) adalah orang yang memimpin, petunjuk dan buku petunjuk (Pedoman). Jadi kesimpulannya adalah arti kata pemimpin adalah orang yang memimpin. Arti kata lainnya dari pemimpin adalah petunjuk.

Pengertian atau arti Kepemimpinan pembelajaran

Telah banyak rumusan tentang arti kepemimpinan pembelajaran, tetapi fokus dan ketajamannya masih berbeda-beda.

Daresh dan playco (1995) mendefinisikan kepemimpinan pembelajaran sebagai upaya pemimpin para guru agar mengajar lebih baik yang pada gilirannya dapat memperbaiki prestasi belajar siswanya.

Melengkapi definisi-definisi tersebut berikut disampaikan arti kepemimpinan pembelajaran

Kepemimpinan pembelajaran atau kepemimpinan instruksional adalah kepemimpinan yang menfokuskan atau menekankan pada pembelajaran yang komponen-komponennya meliputi :

  1. Kurikulum
  2. Proses belajar mengajar
  3. Asesmen (penilaian hasil belajar)
  4. Penilaian serta pengembangan guru
  5. Layanan prima dan pembelajaran
  6. Pembangunan komunitas belajar di sekolah.

Kurikulum
Kurikulum atau bahan ajar mencakup pengembangan kurikulum sekolah yang meliputi perumusan visi, misi dan tujuan sekolah. Kemudian pengembangan struktur dan muatan kurikulum serta pembuatan kalender pendidikan.

Proses Belajar mengajar
Proses belajar mengajar meliputi penyusun silabus, pengembangan pelaksanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, pemilihan buku pembelajaran, pemilihan metode mengajar dan metode belajar.

Penggunaan media pembelajaran dan fasilitas lainnya, pengelolaan kelas, pemotivasian siswa.

Asesmen
Asesmen meliputi aspek yang dievaluasi, metode evaluasi dan pelaporan.

Penilaian serta pengembangan Guru
Penilaian kinerja guru dan pengembangan profesinya juga merupakan prioritas kepemimpinan pembelajaran.

Layanan Prima dalam Pembelajaran
Kepemimpinan pembelajaran mengutamakan layanan prima terhadap pembelajaran siswanya.

Komunitas Belajar
Kepemimpinan pembelajaran membangun warga sekolahnya menjadi Komunitas Pembelajaran.

Selanjutnya, Tujuan Kepemimpinan Pembelajaran

Tujuan utama kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepada semua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen.

Menurut Slamet PH (2001), kualitas dasar meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya pisik atau raga.

Daya pikir meliputi cara-cara berpikir induktif, deduktif, ilmiah, kritis, kreatif, inovatif, lateral, dan berpikir sistem.

Daya hati (qolbu) meliputi kasih sayang, empati, kesopansantunan, kejujuran, integritas, kedisiplinan, kerjasama, demokrasi, kerendahan hati, perdamaian, respek kepada orang lain, tanggungjawab, toleransi, dan kesatuan serta persatuan ( terlalu banyak untuk disebut semua ).

Daya pisik meliputi kesehatan, kestaminaan, ketahanan, dan keterampilan. Kualitas instrumental meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.

Ilmu pengetahuan dapat digolongkan menjadi ilmu pengetahuan lunak (sosiologi, politik, ekonomi, pendidikan, antropologi, dan yang sejenis ).

Ilmu pengetahuan keras meliputi matematika, fisika, kimia, biologi, dan astronomi. Teknologi meliputi teknologi konstruksi, manufaktur, transportasi, telekomunikasi, energi, bio, dan bahan.

Seni terdiri dari seni suara, musik, tari, kriya, dan rupa.

Dengan kata lain, tujuan kepemimpinan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi pembelajaran di dalam kelas agar siswanya dapat meningkat prestasi belajarnya, meningkat kepuasan belajarnya, meningkat motivasi belajarnya, meningkat keingintahuannya, kreativitasnya, inovasinya, jiwa kewirausahaannya, dan meningkat kesadarannya untuk belajar secara terus-menerus sepanjang hayat karena ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni berkembang dengan pesat ini merupakan awal agar trasformasi SMK Negeri 1 Tana Toraja menjadi SMK berbasis Industri bisa terwujud.

Pentingnya Kepemimpinan Pembelajaran

Kepemimpinan pembelajaran sangat penting untuk diterapkan di SMK Negeri 1 Tana Toraja karena seperti disebut sebelumnya bahwa kepemimpinan pembelajaran berkonstribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

Kepemimpinan pembelajaran mampu memberikan dorongan dan arahan terhadap warga sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya.

Mampu memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk menuju pencapaian visi, misi, dan tujuan SMK Negeri 1 Tana Toraja.

Kepemimpinan pembelajaran juga penting diterapkan di sekolah karena kemampuannya dalam membangun komunitas belajar warganya dan bahkan mampu menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school).

Sekolah belajar (learning school) pun memiliki perilaku-perilaku seperti memberdayakan warga sekolah seoptimal mungkin.

Memfasilitasi warga sekolah untuk belajar terus dan belajar ulang, mendorong kemandirian setiap warga sekolahnya, dan memberi kewenangan serta tanggungjawab kepada warga sekolahnya.

Mendorong warga sekolahnya untuk akuntabilitas terhadap proses dan hasil kerjanya, mendorong teamwork yang kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan lincah/cepat tanggap terhadap pelanggan utama yaitu siswa.

Mengajak warga sekolahnya untuk menjadikan sekolahnya berfokus pada layanan siswa, mengajak warga sekolahnya untuk siap dan akrab menghadapi perubahan, mengajak warga sekolahnya untuk berpikir sistem, mengajak warga sekolahnya untuk komitmen terhadap keunggulan mutu, dan mengajak warga sekolahnya untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.

Kepala sekolah mempunyai sejumlah peran yang harus dimainkan secara bersama, antara lain mencakup aducator, manager, administrator, supervisor, motivator, entrepreneur, dan leader.

Peran kepala sekolah sebagai leader dan spesifiknya sebagai instructional leader, kurang memperoleh porsi yang selayaknya.

Untuk itu, sudah selayaknya peran kepemimpinan pembelajaran memperoleh porsi waktu yang lebih besar dibanding dengan peran-peran yang lain.

Peran-peran yang lain bukan tidak penting, akan tetapi peran kepemimpinan pembelajaran harus yang penting.

Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa guru sebagai pimpinan pembelajaran dalam kelas, guru harus memahami kebutuhan belajar masing-masing peserta didiknya.

Kemudian komunitas belajar merupakan sarana ungtuk berkolaborasi, saling membagi, saling mengisi antar guru sehingga tercipta suatu tujuan pembelajaran yang holistic dan terpadu.

Terakhir, guru menciptakan iklim yang kondusif dan menyenangkan dalam proses Belajar mengajar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Duta GenRe Kota Parepare Dapat Tiket Nasional Usai Raih Prestasi Juara 1 di Tingkat Provinsi

ZONAKATA, MAKASSAR - Dua duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Parepare berhasil meraih prestasi gemilang pada malam puncak Apresiasi Duta...

Berita Lain