fbpx
28 C
Makassar
Senin, 26 Juli 2021

Gadis 14 Tahun di Tana Toraja Dipenjara, Keluarga Sebut Polisi Tidak Adil

Populer

- ADS -

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Gadis berusia 14 tahun inisial MM ditahan di Polres Tana Toraja. Penahanan MM dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Syamsul Rijal.

Kasat Reskrim mengatakan, MM ditahan karena diduga melakulan penganiayaan terhadap gadis LS (17 tahun).

“Ini perkara penganiayaan,” singkatnya, Minggu (13/6).

Menurutnya, penahan dilakukan guna memberi efek jera kepada MM. Di mana, berdasarkan catatan polisi, ini kali ketiga MM berulah.

“Anak ini (MM) akan kita bina, karena tercatat sudah tiga kali berulah,” ucapnya.

Namun dari kasus ini, pihaknya akan melakukan diversi. Diversi akan dilakukan Senin 14 Juni 2021 mendatang.

“Senin diversinya diajukan dan akan lebih cepat berhasil bila ada unsur perdamaian dari korban,” katanya lagi.

Sementara, keluarga MM, Hasnawati Nurdin menegaskan, tak terima MM ditetapkan tersangka hingga dijebloskan ke penjara. Itu karena MM tidak melakukan penganiayaan melainkan terlibat perkelahian dengan LS.

“Ini berdasarkan penuturan saksi mata bahwa MM tidak melakukan penganiayaan melainkan terlibat perkelahian dengan LS,” katanya.

Dalam perkelahian tersebut, MM dan LS sama-sama mengalami luka.

“Anehnya, kenapa cuma ponakan saya yang ditahan, sedangkan LS tidak dan saat ini malah bebas berkeliaran,” tegasnya.

Ia tidak masalah MM diproses jika berbuat salah, namun polisi harus adil dalam menangani proses ini.

Dalam proses penahanan, Hasnawati juga mempertanyakan hak MM sebagai anak dibawa umur. Di mana, di penjara MM digabung dengan tahanan dewasa hingga orang tua.

“Apakah layak seorang anak gadis 14 tahun disel dengan orang dewasa, kemudian apakah MM sudah mendapat haknya sebagai anak, dan ketiga kenapa cuma dia yang diproses,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan pengakuan saksi, bahwa MM dan LS terlibat perkelahian di Pasar Seni Makale pada 6 Juni 2021 lalu. Perkelahian dipicu karena saling senggol saat berkendara motor.

“Namun hingga MM dan LS berkelahi setelah diadu oleh SK yang adalah seorang mahasiswi,” jelas saksi mata, CE.

Dikatakan, MM kala itu tak mau berkelahi, namun dipaksa oleh SK yang merupakan salah satu mahasiswi di Makale.

“Katanya (SK) kalau mau masalah ini selesai harus singel (satu lawan satu),” ucap CE.

Toru/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Tana Toraja Lakukan Peningkatan SDM

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tana Toraja melaksanakan kegiatan Pembinaan SDM Kehumasan, yang bertempat...

Berita Lain

- Advertisement -