fbpx

Anak 10 Tahun di Bittuang Tewas Tersengat Listrik, APDESI Desak Tanggung Jawab PLN

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tana Toraja mendesak PLN bertanggung jawab dalam insiden anak 10 tahun di Rembo-Rembo, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja tewas tersengat listrik.

Hal ini ditegaskan Ketua APDESI Tana Toraja, P.R Londong Allo saat mendatangi Kantor PLN di Makale, Jumat (8/3/2024) pagi.

Pertama kami APDESI menyampaikan turut berduka, dan sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa korban,” ujar P.R Londong Allo.

Bung Iin sapannya, mendatangi PLN bersama pengurus APDESI, dan langsung menemui Manager PLN, Saki Ashari.

Dalam pertemuan itu, beberapa poin juga ditekankan oleh APDESI.

Pertama, meminta pihak PLN untuk lebih meningkatkan pengawasan di seluruh jaringan listrik yang ada di wilayah Tana Toraja, dan menambah personil lapangan untuk memaksimalkan pelayanan.

Mengganti kabel yang menjadi sumber insiden di Lembang (desa) Rembo-Rembo, melakukan komunikasi kepada keluarga korban, sebagai bentuk tanggung jawab.

Kemudian, melakukan publikasi dan sosialisasi terkait harga pemasangan listrik di rumah-rumah, apalagi masih banyak masyarakat yang tidak tahu harga pemasangan listrik, mulai dari KWH terendah sampai KWH tertinggi.

“Karena masyarakat sering sekali tertipu oleh para Calo,” ujarnya.

Bung Iin juga berharap, kedepannya pihak PLN dengan Pemerinta Desa saling support dalam pelayanan masyarakat.

Selain itu kata dia, kepada seluruh masyarakat agar saling membantu dalam menjaga jaringan kabel listrik dari ranting pohon dan bambu.

“Karna hal ini yang sering juga membuat listrik padam diakibatkan pohon tumbang dan ranting pohon yang sudah menyentuh kabel listrik sehingga mengakibatkan korsleting,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 10 tahun di Lembang (Desa) Rembo-Rembo, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan tewas tersengat listrik.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (8/3/2024) sore. Korban ialah Melkianto Katik yang merupakan murid kelas 6 di SDN 2 Rembo-Rembo.

Kepala Lembang Rembo-Rembo, Fransiskus Santoso mengatakan, beberapa jam sebelum kejadian, korban bersama temannya hendak memetik buah Sadipe di Dusun Buttu.

Namun kata Fransiskus, dalam perjalanan korban terpisah dengan teman-temannya. Singkat cerita, hingga sore hari korban tak kunjung pulang ke rumah, keluarganya pun mulai khawatir.

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 17.30 Wita korban ditemukan terbujur kaku (ditempat kejadian). Pada punggung korban ditemukan luka terbakar, dan didekatnya terdapat kabel telanjang milik PLN.

Kabel hanya berjarak sekitar satu meter dari tanah, sama tingginya dengan badan korban,” ungkap Fransiskus via seluler Jumat (8/32024) malam.

Atas kejadian ini, Fransiskus dan warganya pun mendesak PLN agar segera melakukan perbaikan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Apalagi kata dia, kondisi kabel tersebut sudah sejak lama dikeluhkan oleh warga setempat.

“Kabel hanya disanggah menggunakan kayu, dan sangat berbahaya. Kami harap PLN segera perbaiki agar tidak memakan korban lagi,” harapnya.(TOM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Longsor di Pangra’ta Makale Selatan, 3 Meninggal, 1 Belum Ditemukan

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA  Bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Pangra’ta, Lembang (Desa) Randanbatu, Kecamatan Makale Selatan, Tana...

Berita Lain